Dialog Dengan Jin Muslim Oleh Muhammad Isa Daud ( Part 2 )

Dialog Dengan Jin Muslim Oleh Muhammad Isa Daud ( Part 2 )

Dialog Dengan Jin Muslim Oleh Muhammad Isa Daud ( Part 2 ) | UN1X PROJECT | Kendaraan Setan dan Kapal Cahaya, dan Bukan mahluk Luar Angkasa (Alien)

Saya bertanya kepadanya, “Bagaimana pendapatmu tentang orang yang mengatakan adanya kapal cahaya yang sering kali muncul di lautan, dan ia ikut terlibat dalam “pembajakan” kapal-kapal yang hilang itu?”

J: “Apa yang kau maksudkan?”
P: “Mereka mengatakan bahwa ada makhluk luar angkasa, dan merekalah yang melakukan perbuatan-perbuatan yang mencelakakan itu, dalam arti bahwa Segitiga Bermuda itu merupakan pusat penelitian makhluk-makhluk cerdas dari planet lain. Bagaimana pendapatmu tentang
itu?”

J: “Bukan, bukan mereka. Sebab sekalipun aku telah melakukan penerbangan lebih dari seratus kali ke berbagai penjuru ruang angkasa, aku belum pernah melihat makhluk-makhluk luar angkasa. Sedangkan Segitiga Bermuda, sebagian rahasianya sudah aku sampaikan kepadamu.”
P: “Jadi, engkau memang punya informasi lebih dari yang engkau katakan kepadaku, betul kan?”

J: “Tentu saja, tetapi itu rahasia.”
P: “Apakah juga merupakan rahasia untukku, sesudah kita melakukan perjanjian selama ini? Kalau begitu, mari kita lakukan perjanjian persahabatan atas nama Allah.”

J: “Aku bersumpah atas nama Allah yang Maha Agung, bahwa aku betul - betul menyukaimu berdasarkan agama Allah. Aku tidak pernah berada dirumah seorang manusia begitu lama seperti aku berada dirumahmu sekarang.
P: “Akupun menyukaimu dalam cinta sebagaimana yang dikehendaki
Allah.”

Makhluk Cerdas Selain Jin, Manusia dan Malaikat

Saya berkata kepada Jin Muslim tersebut, “Tetapi bagaimanapun saya yakin akan adanya makhluk cerdas lain selain manusia, jin dan malaikat. Tetapi mereka berada di planet lain yang bukan planet bumi kita ini.”

J: “Tidak ada salahnya, Allah Maha tau tentang itu. Akan tetapi apa dalilmu?” Katanya balik bertanya
P: “Dalil rasional yang ada dalam pikiranku, dan dalil Al-qur’an yang aku ketahui.”

J : “Coba, ajarkan kepadaku apa yang telah diajarkan Allah kepadamu.”
P: “Tentang mereka itu, Allah SWT berfirman, Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan bumi seperti itu pula. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-nya benar-benar meliputi segala
sesuatu. (Atthalaq 12)

J: “Apakah menurutmu bumi ini juga tujuh?”
P: “dari penegasan ayat tersebut, memang begitu.”

J: “Juga ada makhluknya seperti kita?”
P: “Apakah yang seperti itu sulit bagi Allah untuk menciptakannya, sedangkan Allah SWT telah berfirman, Sesungguhnya urusanNya adalah, jika Allah menghendaki sesuatu, maka jadilah ia. Masih ada pula dalil rasional.”

J: “Apa itu.” Tanyanya
P: “ Tidakkah masuk akal bahwa seorang arsitek yang membangun Empire Building yang berlantai 102, yang katanya merupakan bangunan paling tinggi didunia itu, hanya sanggup membangun satu gedung saja?”

J: “Tentu saja tidak,” jawabnya
P: “Jadi seperti itu pulalah halnya. Allah SWT tidak diragukan lagi telah menciptakan berbagai makhluk. Tidak penting bagi kita untuk mengetahui semuanya. Sebab akal kita tidak akan sampai. Adalah tidak diragukan lagi bahwa ketujuh bumi yang disebutkan dalam Al-qur’an itu tidak diciptakanNya tanpa tujuan apapun.

Dan bahwasanya ia dihuni oleh makhluk-makhluk yang bisa jadi lebih tua daripada kita, dan bisa jadi lebih tinggi ilmunya daripada kita. Sebab, kalau tidak demikian, mengapa setiap rasulullah SAW memasuki satu desa selalu mengatakan, “Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan baying-bayangan yang diperlihatkannya, Tuhan tujuh bumi dan penghuninya, Tuhan setan dan kesesatan yang dilakukannya, Tuhan angin dan hembusannya, kami memohon kepadaMu kebaikan desa ini dan kebaikan penduduknya, kami berlindung kepadamu dari kejahatannya, kejahatan penghuninya, kejahatan segala yang ada didalamnya. Ini merupakan dalil bahwa ketujuh bumi itu dihuni oleh sesuatu yang tidak kita ketahui. Allah Maha Tahu tentang semua ini.

J: “Apakah ada bukti tentang adanya komunikasi yang telah maju itu dengan manusia diplanet bumi ini?”
P: “Banyak peristiwa telah terjadi. Akan tetapi saya yakin bahwa hubungan itu adalah hubungan antara jin yang sudah maju, atau, tegasnya jin yang telah ditundukkan untuk melakukan sesuatu bersama-sama manusia yang menjadi pemimpinnya. Sebab, ciri-ciri yang engkau sebutkan tentang makhluk-makhluk tersebut sangat mirip dengan ciri-ciri jin. Sebagian besar dari mereka besar-besar. Saya pun tahu bahwa jin bisa menampakkan diri dalam sosok yang tinggi- besar, di samping bahwa aroma mereka sering kali wangi.”

Sesaat sahabat saya itu terdiam, kemudian berkata, “Memang benar, sosok dan aroma seperti itu adalah sosok dan aroma jin.”

Makhluk Luar Angkasa dan Sedikit Rahasia Tentangnya

P: “Bagus, tukas saya, “Aku akan ceritakan kepadamu wahai Musthafa, (jin tersebut mengaku demikian) tentang sebagian cirri dan gambaran mereka, agar engkau bisa menyampaikan pendapatmu kepadaku.”

J: “Baik, Insya Allah, aku akan mengemukakan pendapatku dengan sebenar-benarnya,” katanya pula. Kemudian saya bercerita kepadanya bahwa, “Salah seorang diantara orang-orang Amerika yang pernah melihat benda asing yang berkaki tujuh, sekali waktu melihat segerombolan manusia atau makhluk-makhluk yang mirip dengan manusia, berada dikebunnya. Mereka bersembunyi diantara pohon-pohon anggur yang ada disitu. Dengan marah, orang Amerika itu mengawasi orang- orang yang dengan seenaknya mencuri hasil kebunnya. Dia tidak bisa menahan diri.

Dia segera keluar dari rumahnya, dan menuju ke arah orang-orang yang dikiranya pencuri-pencuri biasa. Akan tetapi, ketika Mash, demikian nama laki- laki itu, berada kurang lebih 10 m dari gerombolan pencuri itu, tiba-tiba salah seorang diantara pencuri itu menghadap kearahnya, dan membidikkan suatu senjata yang ada ditangan kanannya. Kemudia memasukkan senjata itu ke sarungnya yang tergantung di pinggang kirinya. Mash merasa seluruh tubuhnya lemas, dia tidak bisa menggerakkan kepala maupun anggota tubuh lainnya. Dia tidak bisa merasakan sesuatu untuk selamanya. Sesudah peristiwa tersebut, dan setelah bisa menjawab beberapa pertanyaan.

Masj mengatakan bahwa makhluk-makhluk itu pendek-pendek sekitar 160 cm tingginya. Kepalanya sangat besar dan tidak sebanding dengan tubuhnya yang kecil dan pendek. Kepala mereka melekat dikedua pundak mereka, tanpa leher. Mash juga menuturkan bahwa makhluk-makhluk itu berambut. Mulutnya seakan sebuah lubang menganga, dan matanya mirip mata manusia, tetapi tidak beralis. Kulitnya berwarna terang, mirip kulit penduduk Eropa bagian tengah. Kedua pundaknya lebih lebar sedikit dari kepalanya.

Mash melihat bahwa dua makhluk yang berada didekatnya memiliki dua tangan dan kaki. Tetapi dia tidak sempat melihat tangan dan telapak kakinya. Kedua makhluk yang tak dikenalnya itu mengenakan pakaian yang lembab, tanpa sambungan, dan ketat mencetak sekujur tubuh mereka. Dipinggang kanan kedua makhluk itu tergantung senjata, sedang dipinggang kirinya tergantung ransel besar.

Mash mengatakan, “kedua makhluk tak dikenal itu kembali menuju pesawat mereka, yang tingginya kira-kira 2,50 m. Mereka terus menatapnya dari cockpit pesawat mereka, yang agaknya terbuat dari bahan sejenis kaca. Pintu pesawat kemudian ditutup, dari bawah keatas. Sehingga kaki-kaki mereka menjadi tidak terlihat. Pesawat itu take-off dengan menyemburkan cahaya yang sangat menyilaukan. Kemudian tanpa suara sedikitpun, naik keatas. Ketika telah naik kira-kira 30 meter, tiba-tiba pesawat itu lenyap dari pandangan, seakan - akan sebuah sinar yang tiba-tiba padam.”

J: “Aku bersumpah kepadamu dengan nama Allah, bahwa mereka adalah Jin. Akan tetapi, lazimnya, mereka menampakkan diri dalam sosok yang lebih tinggi dan besar daripada sosok mereka yang sesungguhnya.

P: “Darimana mereka datang menurutmu?”
J: “Entah, tetapi mungkin saja mereka itu adalah penghuni ruang cahaya yang terdapat diantara sinar merah dan awan. Atau, penduduk yang datang dari dasar samudera.”

P: “Engkau harus melihat salinan asli dari surat yang dikirimkan oleh jin yang bernama Aksea berikut stempel-stempelnya ini.”
Dengan hanya melihat stempel yang tertera pada surat yang saya tunjukkan itu, mata sahabat saya itu bersinar; lalu berteriak, “Ini memang stempel Jin.”

P: “Bagaimana pendapatmu?” Tanya saya selanjutnya
J: “Saya pernah melihat stempel ini beberapa kali, dan juga yang sejenis ini. Saya bisa menceritakan kepadamu dengan mudah bahwa setempel ini adalah stempel jin atau manusia. Singkatnya saya katakan bahwa ini merupakan ulah yang dikait-kaitkan oleh kepada manusia. Penduduk Omo itu adalah penduduk negeri Jin yang beragama Masehi. Stempel yang mereka bubuhkan disini bergambar salib dengan beberapa palang. Lebih dari itu, sifat mereka adalah sifat jin, dan aroma mereka aroma jin. Namun sayangnya makanan mereka adalah seperti makanan setan.

P: “Benar, sampai-sampai dalam beberapa hal mereka menggambarkan tangan sebagai tangan yang melaksanakan berbagai tugas, dengan jari- jari dalam bentuk yang terpampang jelas. Itulah biasanya yang menjadi ciri-ciri jin, disamping kemampuannya untuk menampakkan diri dalam berbagai bentuk, serta kecepatan bergerak dan menggunakan peralatan yang membawa mereka dengan kecepatan yang betul-betul sulit dipercaya. Selain itu, mereka juga mempunyai tangan yang panjang dan besar sekaligus.

Selanjutnya saya mengatakan pula kepadanya, “Bersediakah engkau melihat beberapa lukisan yang kubuat berdasar informasi yang disampaikan oleh seorang Inggris bernama John, yang menceritakan
tentang penyeretan dirinya (oleh jin) sebelum peristiwa yang sama yang dialami oleh sekelompok orang-orang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Catatan-catatan itu diperoleh melalui Hipnotis.

J: “Benar, benar,” jawabnya

Kemudian, sesudah saya menyodorkan beberapa gambar kepadanya, tiba-tiba dia tersenyum, lalu berkata, “tidakkah engkau perhatikan wajah keduanya. Ia betul-betul mirip dengan sosok jin yang sebenarnya. Perhatikan pula tanduk yang dulu pernah engkau tanyakan kepadaku.”

P: “Ya, ya memang benar. Tetapi, bagaimana pula pendapatmu tentang kedua gambar yang mirip baying-bayang cahaya manusia?”

J: “Kalau ini benar, maka keduanya adalah jin pada saat ia menampakkan diri dalam bentuk lain, atau ia berada dalam sosoknya yang asli, tetapi tersembunyi dibalik pakaian itu. Kedua-duanya bergerak dengan berselubung pakaian tersebut.”

P: “Apakah yang demikian ini bisa mereka lakukan dengan mudah?”

J: “Tentus saja mudah, bahkan lebih mudah dibanding menampakkan diri dalam wujud manusia dan bergerak dengan jasad mereka tanpa selubung. Jika saya, misalnya memperlihatkan diri dalam sosok seperti yang sekarang saya pergunakan dihadapanmu ini, maka beratku sekitar 115 kg, dan aku masih bisa bergerak dengan ringan dan mudah. Lantas, apakah sulit bagiku untuk mengenakan pakian yang beratnya hanya 5 sampai 20 kg saja? Jelas sekali bahwa dunia barat tidak bisa memahami tentang sejauh mana Allah SWT telah menganugerahkan kepada kami kemampuan untuk menampakkan diri dalam berbagai bentuk.”

P: “Memang betul demikian, sampai-sampai dalam suatu peristiwa yang mereka ceritakan, mereka mengatakan bahwa, salah seorang diantara mereka pernah melihat seorang perempuan berbadan burung yang sangat aneh. Ia berambut pirang, tetapi tiba-tiba rambutnya berganti menjadi hitam.

Alih-alih mereka menganggap bahwa makhluk itu telah mengecat rambutnya dalam waktu sangat singkat, mereka bahkan menganggap bahwa perempuan yang kedua itu adalah perempuan lain yang berwajah sama, atau saudara kembarnya. Padahal sebenarnya keduanya adalah wanita yang sama. Dia adalah jin perempuan yang mempunyai kecakapan merubah bentuk. Seterusnya saya mengatakan, “Maukah engkau mendengarkan kisah tentang ditawannya Antonio da Silva, dan melihat gambar yang menegaskan bahwa para penawannya adalah dari kalangan jin . Ya, sekadar untuk menambah keyakinanmu saja.”

J: “Ya, ya tidak ada salahnya…” jawabnya

P: “Pemuda Brazil ini pergi menangkap ikan, tetapi ternyata dia menghilang selama berminggu- minggu. Tiba-tiba dia muncul kembali dengan membawa cerita tentang bagaimana dia ditangkap oleh tiga makhluk kerdil. Dua diantaranya mengenakan pakaian keras seakan-akan terbuat dari logam. Sedangkan makhluk yang ketiga lebih tinggi sedikit dari yang dua itu. Kira-kira tingginnya 1,25 meter. Dia tidak mengenakan pakaian logam seperti yang dikenakan oleh dua makhluk lainnya.

Ketika mereka tiba ditempat kediaman mereka, tahulah pemuda itu bahwa makhluk yang ketiga itu adalah pemimpin mereka, Pemuda Brazil itu melihat ada tonjolan besar dikepala makhluk yang ketiga itu. Sang pemimpin berambut panjang dengan warna merah. Ujungnya sampai kepantatnya. Dia juga melihat adanya gelambir didagunya yang memanjang hingga keperutnya. Alis setebal dua jari terlihat hampir menutupi seluruh dahinya. Kulitnya tergolong terang, bermata bulat, namun lebih besar ukurannya bila dibanding mata manusia. Putih matanya terlihat lebih bersih ketimbang putih mata manusia. Kedua matanya selalu berkedip.

Antonio tidak melihat adanya batas pinggir matanya. Seluruh sisa tubuhnya nyaris tertutup bulu tebal. Hidungnya terlihat panjang dan runcing, tampak mencuat dan sangat berbeda dengan hidung manusia pada umumnya. Telinganya betul-betul simetris, bagian bawahnya mirip telinga manusia, namun bagian atasnya lebih bulat. Mulutnya lebih kecil dibanding mulut manusia, mirip mulut ikan. Ketika mereka berbicara satu sama lain, pemuda Brazil itu tidak melihat adanya gigi pada mulut mereka. Yang penting untuk diingat tentang kisah ini adalah bahwa sosoknya yang mirip manusia itu telah membuat pemuda Brazil itu tidak terlalu takut. Sesudah itu Antonio tidak ingat apa-apa dan mereka bawa ke suatu tempat, entah dimana…”

J: “Mereka itu jin, “komentar sahabat saya.” Bentuk yang merupakan bayang-bayang seperti asap itupun jin, yang biasa melakukan pemanggilan roh si Anu (yang sudah meninggal), atau bahkan roh Yesus dan Bunda Maria. Semuanya itu merupakan ulah setan yang aku kenal betul. Aku tahu betul bagaimana jin-jin Nasrani menggunakan cara itu . Bahkan digunakan pula oleh jin-jin non Kristen lain jika manusia ingin memanggil roh orang-orang tertentu. Engkau jangan lupa, saudaraku, bahwa aku dulu pernah memeluk agama Nasrani.”

Selanjutnya sambil tersenyum dia mengatakan, “Aku bersumpah kepadamu, wahai saudaraku, bahwa dia adalah jin. Mungkinkah ada jin tidak kenal kaum dan bangsanya sendiri? Bahkan semua peristiwa yang engkau ceritakan padaku tadi, adalah peristiwa-peristiwa yang direkayasa oleh jin. Seluruh karakternya cocok dengan cirri-ciri mereka. Akan tetapi, masih ada sesuatu yang belum pernah engkau sebutkan.Yakni tentang gerak makhluk tersebut. Sebab gerakan Jin, sungguh, sangat cepat sekali untuk ukuran manusia. ”Saya memotong ceritanya dengan mengatakan , “Ada peristiwa lain yang mereka sebut dengan kasus Palvidares, yang diabadikan oleh Fabio Therba dalam buku ilmiahnya yang berjudul UFO and The Secrets.

Disitu, antara lain, diceritakan bahwa ada seorang Amerika Latin bernama Carlos Palvidares yang tinggal di Buenos Aires. Suatu hari Palvidares berangkat menuju suatu perkebunan. Tiba-tiba dia melihat tiga sosok bergerak-gerak diatas air danau dekat gubuk yang ada ditempat itu, tanpa air itu sendiri ikut bergerak. Seakan-akan mereka adalah makhluk yang tergantung di udara. Palvidares mendekati mereka sampai jarak sekitar 80 m. Ternyata ketiga makhluk itu terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Palvideres memanggil-manggil mereka, sehingga ketiga makhluk itu menoleh kearahnya, dan segera bersembunyi dibagian lain danau itu. Mereka menjauh sejauh kira-kira 300m.

Palvidares betul-betul terkejut, karena dia tidak mengerti dengan cara apa mereka berpindah secepat itu. Yang perempuan tingginya sekitar 160 cm dan berpakaian hitam. Rambutnya yang juga hitam terlihat panjang ketika dia bergerak-gerak. Dibagian bawah betisnya terdapat sepasang sirip yang mengarah kesamping, mirip sayap. Sedangkan yang laki-laki, keduanya sedikit lebih pendek daripada yang perempuan. Palvidares bisa memastikan hal itu ketika mereka bertiga berdiri berdampingan. Kedua laki-laki itu memiliki tinggi yang betul-betul sama. Keduanya seakan-akan telanjang.

Kulit mereka yang mirip kulit manusia yang terjemur matahari. Ternyata kedua laki-laki itu tidak telanjang, tetapi mengenakan semacam pakaian ketat yang tidak memiliki sambungan. Keduanya berambut coklat, dan menempel di kulit kepalanya sedemikian rupa, seakan-akan dilekatkan dengan lem. Ternyata kulit mereka putih. Berdahi lebar dan bermata kecil. Mereka berjalan tanpa menggerakkan tangan dan kaki mereka. Seakan-akan anggota tubuh mereka terpancang pada tubuh mereka.

Ketika Palvidares melihat mereka untuk kesekian kalinya, dia melihat sebuah kendaraan listrik, dengan sinar sangat terang. Kendaraan itu berukuran 5 x 6 meter; dengan tinggi antara 2 sampai 3 meter. Kendaraan itu memancarkan sinar terang dengan radius sekitar 40 meter, mirip sinar yang keluar dari sebuah proyektor digedung bioskop. Sinar itu mengenai wajah Palvidares, dan dia merasakan sekan-akan matanya menjadi buta.

Panas yang dipancarkan oleh cahaya itu, membuat Palvidares mengurungkan niatnya untuk lebih mendekati mereka. Dia turun kedalam air dan mencoba mendekati makhluk asing itu sampai jarak sekitar 150 m. Tetapi dia tidak bisa lebih dekat lagi, karena tiba-tiba sebuah dinding tak terlihat menghalangi geraknya dari arah depan. Rintangan tak terlihat itu terus mendesaknya, betapapun dia mencoba melawannya kendaraan itu terus mengikuti gerak mereka dengan jarak 30 atau 40 meter. Merek terus-menerus bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Si perempuan tampaknya adalah pemimpin mereka, dan dia selalu berada didepan.

Sekaliwaktu, ketika dia mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah kendaraan listrik itu, maka salah satu diantara kedua makhluk laki- laki yang mendekati kendaraan itu segera menjauh darinya sejarak 30 m. Sesudah itu ketiga makhluk asing tersebut menjauh dengan cepat, seakan-akan membentuk tiga garis diatas tanah. Mereka merubah diri dalam bentuk lain yang tidak begitu jelas dalam pandangan Palvidares. Tetapi dia bisa melihat adanya seekor babi yang melengking ketakutan, yang jungkir balik diterjang oleh suatu makhluk dengan kecepatan yang sulit dibayangkan. Segera sesudah itu, Palvidares mencium bau wangi. Tidak lama kemudian, dia merasa mengantuk dan lemas untuk beberapa saat lamanya. Ketika kondisinya pulih kembali, dia tidak lagi melihat makhluk-makhluk asing dan benda bercahaya yang telah menarik perhatiannya selama lebih dari satu setengah jam itu.

Sejak peristiwa itu, babi dan beberapa ekor ternak yang kabur dari kandangnya akibat terjangan benda terbang tak dikenal itu, tidak mau kembali ke kandangnya, sekalipun Palvidarestelah mencarinya kesana kemari.”
Jin muslim sahabat saya itu tersenyum, lalu berkata, “Apa komentarmu terhadap peristiwa tersebut?”

P: “Tentu saja mereka adalah jin,” jawab saya, “Kecepatan bergerak seperti itu, hanya merekalah yang bisa melakukannya. Tentang tabir tak terlihat yang menghalangi Palvidares untuk mendekat, saya piker itu hanyalah rasa takut yang membuat dia tidak bisa bergerak. Bau harum, adalah bau yang memang biasa ada pada jin. Sedangkan babi dan binatang-binatang lain yang dapat melihat wujud mereka yang sebenarnya, tidak mau pulang lagi ke kandang mereka, karena mereka tahu bahwa kawan-kawan makhluk asing itu kini menetap di kandang mereka. Anak-anak kecil yang masih berusia satu hingga dua tahun, dapat melihat jin dalam bentuk mereka yang asli, sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang berbunyi, “Jika kalian mendengar ringkikan keledai, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguan syetan. Sebab, keledai tersebut telah melihat setan. Dan jika kamu mendengar kokok ayam jantan, maka mintalah kepada Allah anugerahNya, sebab ayam jantan itu sedang melihat malaikat.”

J: “Sekarang engkau sudah tahu secara lengkap. Karena itu kemukakanlah kebenaran yang engkau ketahui ke seluruh dunia, sehingga tidak ada lagi kegelapan yang ditimbulkan oleh tipu muslihat jin dan yang berbentuk karena dugaan-dugaan salah.

P: “Aku betul-betul heran, mengapa para cendikiawan barat tidak bisa memahami bahwa disekitar mereka ada jin dan setan, sedangkan salah seorang diantara mereka, yakni Salvador Frexido dari Purtorico, jelas - jelas mengakuinya. Dalam bukunya yang berjudul Akal-Batin Setan (dalam Bhs Indonesia), dia mengatakan, bau harum yang tersebar ditempat turunnya makhluk-makhluk tak dikenal, tidak membuktikan apapun kecuali bahwa makhluk-makhluk itu adalah setan. Kita bisa mengungkapkan hal itu dengan ungkapan lain, bahwa dalam banyak kasus datangnya Iblis ke suatu tempat, maka kedatangannya tidak mungkin dia lakukan kecuali dalam makhluk tak dikenal, disamping kemampuannya untuk menampakkan diri dalam bentuk manusia.”

Baca Kelanjutannya:
Dialog Dengan Jin Muslim Oleh Muhammad Isa Daud ( Part 1 )
Dialog Dengan Jin Muslim Oleh Muhammad Isa Daud ( Part 3 )
Dialog Dengan Jin Muslim Oleh Muhammad Isa Daud ( Part 4 )

Share this:

Add your comment
Hide comment

Disqus Comments