Dialog Dengan Jin Muslim Oleh Muhammad Isa Daud ( Part 3 )

Dialog Dengan Jin Muslim Oleh Muhammad Isa Daud ( Part 3 )


Menjelajah Segitiga Bermuda

Jin Muslim sahabat saya mengatakan, “Aku mau menyampaikan kepadamu suatu berita yang sangat penting.

Amerika Inggris dan Jerman bermaksud membongkar rahasia Segitiga Bermuda. Mereka membuat satelit baru yang khusus memantau wilayah ini, disamping satelit-satelit yang telah mereka lncurkan sebelumnya. Ternyata mereka tidak menemukan apa-apa. Cobalah katakan pada mereka hendaknya mereka jangan terlalu memperturutkan ambisi mereka. Sebab negeri yang ada disitu tidak akan pernah dapat terlihat, dan sudah sangat tua sekali usianya. Tidaklah mungkin bagi kalian untuk membongkar rahasianya.tetapi mereka tidak akan membahayakan kalian, sepanjang kalian tunduk kepada Tuhan.”

Segitiga Formosa dan Kepemimpinan Iblis

Saya bertanya pula kepadanya, “Bagaimana pendapatmu tentang daerah lain yang disebut ‘Pusaran Setan’ di Formosa, yaitu suatu kawasan berbentuk segitiga mirip Segitiga Bermuda. Orang-orang menyebutnya dengan ‘Segitiga Pusaran Setan Formosa’? Dikawasan ini terjadi pula peristiwa persis yang terjadi di Bermuda, bahkan sementara orang menganggapnya jauh lebih berbahaya

J: “Apakah itu daerah yang merupakan pusaran air yang tersembunyi?” tanyanya
P: “Ya, bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa kawasan tersebut merupakan pertemuan antara arus air hangat dengan air dingin.”
J: “Akan saya sampaikan kepadamu suatu rahasia yang baru pertama kali
ini diketahui manusia,” katanya

P: “Silahkan,” jawab saya
J: “Semua tempat yang merupakan pertemuan dua laut, yakni pertemuan antara aliran air hangat dan air dingin, adalah kawasan yang dipilih Iblis dan pembantu-pembantunya sebagai pusat persemayaman kerajaan dan negaranya…”
Saya tidak tahu, mengapa saat itu terlintas dalam pikiran saya sebuah hadits Rasulullah saw sehingga saya mengatakan kepadanya

P: “Apakah ada kaitannya dengan pengertian yang dimaksudkan oleh Nabi Muhammad saw ketika beliau melarang seseorang untuk duduk diantara tempat yang panas dan yang teduh. Beliau mengatakan ‘itu adalah tempat duduk makhluk lain’, ataukah itu sekedar interprestasi tambahan atas petunjuk nabi ini?” Dengan senyum penuh arti, Jin muslim sahabat saya itu mengatakan,
“Ya, termasuk hal yang seperti itu, atau-paling tidak-mendekati itu. Karena setan sendiri memang sangat suka pada posisi-posisi yang terletak antara dua hal yang bertentangan. Tempat duduk yang paling mendapat prioritas setan adalah tengah-tengah antara tempat teduh dan tempat yang terkena sinar matahari, atau yang setengah berada di tempat yang panas dan setengah lainnya berada ditempat yang dingin.”

P: “Mengapa harus memilih hal-hal yang bertentangan seperti itu?”
J: “Kalian, umat manusia, tidak akan bisa memahaminya. Jadi, cukuplah bila saya katakan bahwa tempat yang demikian itu memberikan kekuatan pada setan.”

P: “Apakah semua jin juga duduk di tempat yang seperti itu”?
J: “Tidak, hanya golongan setan yang melakukannya. Keturunan Iblis memang berbeda dari Jin, bahkan dalam hal duduk sekalipun.”

P: “Apakah istana Iblis berjumlah dua belas?”
J: “Entahlah, yang jelas wilayah kekuasaannya sangat luas. Semoga Allah melindungi kita darinya dan dari pasukannya serta dari gangguannya.

Tentang Pesulap David Copperfield

P: “Dalam konteks ini saudaraku, suatu kali aku pernah melihat seorang tukang sihir berkebangsaan Amerika bernama David Coperfield disuatu acara televisi, dan dia bisa melakukan beberapa keajaiban yang secara teknis tidak akan mungkin dapat dimanipulasi dengan cara apapun, seperti menghilangkan patung Liberty NY, membelah diri di ruangan terbuka (bukan di panggung) hingga membuat anak-anak yang menyaksikan menjerit, dapat muncul di negara bagian lain lain hanya dalam hitungan detik, terbang melayang diudara di ruang terbuka, sampai beberapa aksinya yang diadakan di Segitiga Bermuda itu sendiri dan masih banyak lagi hal yang mustahil”.

Saya katakan sambil memutar video rekaman beberapa aksi magicnya. Seakan-akan mengerti apa yang saya maksudkan, jin muslin sahabat saya itu kemudian menunjuk ke pesawat televisi di rumah saya, lalu berkata, “Apakah pemuda ini yang engkau maksud, dan bahwa dia bisa bebas dari berbagai trik dan dapat melayang di udara?”
P: “Ya dialah orangnya,” Jawab saya
J: “Orang ini sangat dikenal di kalangan para jin. Dia mempunyai perjanjian dengan salah seorang Ifrit. Ifrit mempunyai pasukan yang ribuan jumlahnya, disamping lima yang kuat-kuat seperti yang telah kusebutkan terdahulu.” (Tidak tercantum di blog ini)

P: “Sepertinya… sekarangmenjadi enam, disamping ratusan ribu pasukannya itu…,” sambung saya
J: “Ya, mereka itulah yang mengangkat Copperfield agar dia bisa melayang sedikit ke udara, dibutuhkan ribuan jin untuk mengangkatnya. Sedangkan gadis yang kamu saksikan itu yang dipotongnya itu dalam peti itu, adalah jin perempuan yang menampakkan dirinya dalam wujud seorang gadis manusia. Dia menghilang, kemudian memperlihatkan dirinya kembali tanpa luka sedikitpun.”

Sambil menyodorkan dokumen pribadi saya, yakni selembar surat bertuliskan huruf-huruf aneh, perjanjian lain antara jin dan manusia, saya bertanya kepadanya, “Apakah pasti Copperfield menandatangani perjanjian seperti ini?” Dengan kaget dia menjawab, “Darimana kau dapatkan ini?”

P: “Seorang muslim telah mengcopynya dari orang western. Dia mengatakan bahwa ini adalah perjanjian antara Iblis sendiri dengan seorang pesulap tukang sihir.” Dengan suara keras Jin sahabat saya itu mengatakan, “Bukan! Ini bohong belaka. Ini bukan tanda dan persetujuan Iblis. Sangat sulit meminta Iblis untuk bersedia persetujuannya seperti itu dengan manusia. Paling-paling dia menyuruh salah satu pengikutnya untuk menampakkan dirinya sebagai dirinya, lalu membuat kebohongan dengan mengatakan, ‘Aku ini Iblis”.

P: “Lalu bagaimana yang sebenarnya?”
J: “Ini perjanjian otentik antara seorang penyihir dengan empat jin yang tanda tangan mereka tertera jelas disini, yang kemudian diperkuat oleh stempel Ifrit.”

P: “Bagaimana pendapatpu tentang hal ini”?
J: “Aku sering melihat stempel seperti ini. Kakekku juga punya yang semacam ini.”

P: “Bahasa apa yang dipergunakan dalam perjanjian ini?”
J: “Entahlah, mungkin bahasa local Yunani Kuno.” Seakan-akan teringat sesuatu, kemudian dia mengatakan kepada saya, “Akan tetapi, percayalah padaku, bahwa penyihir seperti ini sama sekali tidak akan mati secara baik-baik. Kalau Allah memanjangkan umur kita, insya Allah kita dapat menyaksikan akhir dari semua misteri ini”.

(Tambahan penterjemah: “Setiap orang yang melakukan kerjasama dengan syetan, baik itu untuk mencari kekayaan ataupun keajaiban duniawi, maka dia akan meninggalkan dunia ini dalam keadaan Su’ul Khotimah, kecuali dia bertaubat. Karena bagaimanapun syetan adalah makhluk Tuhan yang memiliki kebutuhan dan tentunya meminta imbalan negatif dari setiap permintaan manusia yang dikabulkannya).


Baca Kelanjutannya:
Dialog Dengan Jin Muslim Oleh Muhammad Isa Daud ( Part 1 )
Dialog Dengan Jin Muslim Oleh Muhammad Isa Daud ( Part 2 )
Dialog Dengan Jin Muslim Oleh Muhammad Isa Daud ( Part 4 )

Share this:

Add your comment
Hide comment

Disqus Comments