Awas Bakteri Pemakan Daging Dapat Menginfeksi Tubuh Yang Luka

Awas Bakteri Pemakan Daging Dapat Menginfeksi Tubuh Yang Luka

Awas Bakteri Pemakan Daging Dapat Menginfeksi Tubuh Yang Luka | Un1x Project | Awalnya murid kelas 2 SMP bernama Slade Dill ini terjatuh dan lututnya tergesek hingga terluka. Tapi siapa sangka, luka di lutut Slade mengakibatkan dia terinfeksi bakteri pemakan daging.

Setelah jatuh pada tanggal 20 September lalu, luka di lutut Slade membengkak. Dua hari kemudian ia merasa nyeri di beberapa bagian tubuhnya. Ia pun dibawa ke St. Luke’s Magic Valle.

Hasil CT Scan menunjukkan ada cairan di perut dan dada Slade. Ia kemudian ia dirujuk ke Primary Children’s Hospital di mana langsung menjalani operasi darurat karena Slade didiagnosis terinfeksi necrotizing fascitis atau bakteri pemakan daging.
Bakteri Pemakan Daging
"Penyakit ini rentan salah diagnosa karena tandanya hanya berupa titik merah pada kulit. Infeksi terjadi di bawah kulit dan bisa tumbuh menjadi masalah serius dalam waktu cepat," kata dokter kulit di Twin Falls, Idaho, Chris Scholes.

Setelah melakukan pembedahan untuk mengangkat jaringan yang mati, beberapa hari kemudian Slade sudah bisa kembali ke rumah dan diberi antibiotik. Padahal, sebelumnya dokter sempat akan mengamputasi kaki Slade karena mereka berpikir hidup Slade tidak akan bertahan lebih lama.

"Apapun yang dokter katakan, kita akan melakukannya dan tetap bersyukur,' kata ibu Slade, Dixie Dill, kepada Twin Falls Times News, seperti ditulis Medical Daily.


Menurut Centers for Disease Control and Prevention, necrotizing fascitis atau yang sering disebut bakteri pemakan daging adalah infeksi bakteri yang parah dan bisa menghancurkan jaringan lunak pada tubuh. Orang-orang dengan luka terbuka rentan terkena bakteri ini. Namun, jika luka itu mendapat perawatan yang higienis dan tepat serta sistem kekebalan tubuh yang sehat, maka infeksi bisa dicegah.

Awal pekan ini, pria bernama George Clerk (79) menjadi orang ke-27 yang terinfeksi bakteri pemakan daging jenis lainnya yang bernama vibrio vulnificus. Clark dirawat di Baptist Medical Center di Jacksonville setelah ia dicapit kepiting yang paling mungkin membawa penyakit tersebut.

Vibrio vulnificus adalah jenis lain dari bakteri pemakan daging yang bisa menyebabkan kolera dan biasa ditemukan di air laut yang hangat. Pasien biasanya terinfeksi melalui makanan laut yang terkontaminasi atau terkena paparan air laut saat mengalami luka terbuka.

Share this:

Add your comment
Hide comment

Disqus Comments