Fenomena Cabe-Cabean Yang Melanda Gadis Remaja

Fenomena Cabe-Cabean Yang Melanda Gadis Remaja

orang paling cantikUn1x Project | Fenomena cabe-cabean dan terong-terongan yang melanda gadis dan lelaki ABG (anak baru gede) memang sedang populer saat ini. Sebenarnya apa yang menyebabkan remaja-remaja itu terjerumus ke fenomena tersebut

Psikolog Klinik Anak dan Dewasa, Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd menjelaskan, anak-anak usia 14 tahun hingga 18 tahun memang harus hati-hati d
alam mendidiknya. Apalagi masa remaja adalah masa pencarian jati diri.

"Kan dari dulu juga sudah banyak groupies gini. Kalau menurut saya sih, di mana-mana anak yang `menyimpang` pasti ada," kata wanita yang akrab disapa Diana

Menurutnya, saat remaja mencari jati dirinya, ada yang memiliki cara yang baik dengan berprestasi dan ada yang memilih cara instan dengan bersenang-senang seperti cabe-cabean.

Diana mengatakan, ada beberapa hal yang bisa membuat remaja terjerumus ke fenomena yang sedang populer tersebut.

1. Lingkungan

"Karena pengaruh lingkungan yang nggak baik. Bisa juga dari sekolah," ujarnya.

2. Media

"Terpengaruh film-film atau cerita tentang eksis, populer secara instan, dunia materialistis," ujarnya.

3. Orangtua

"Pasti juga ketidak-dekatan dengan orangtua. Saya sih heran, ada anak SMP keluar malam pakai baju seksi. Orangtuanya kemana ya Masa nggak tahu Nggak peduli, terlalu sibuk atau terlalu polos jadi gampang dibohongi anaknya" ujar Diana menegaskan.

Cabe-cabean sebenarnya hanya merujuk pada gadis belia usia SMP dan SMA yang senang keluyuran malam dan nongkrong di dunia balap liar. Sementara terong-terongan terjadi pada remaja pria disebut dengan fenomena terong-terongan. Umumnya fenomena ini melanda remaja pria usia 13 hingga 18 tahun. Biasanya remaja pria ini senang dengan kehidupan malam, suka tawuran, dan menghisap ganja.
 

Share this:

Add your comment
Hide comment

Disqus Comments