Inilah Yang Terjadi Pesawat Malaysia Airlines Hilang

Inilah Yang Terjadi Pesawat Malaysia Airlines Hilang

Berikut beberapa teori tentang hilangnya pesawat tersebut:

1. Dibajak Teroris Muncul spekulasi jika Malaysia Airlines telah diserang oleh teroris. Dugaan ini muncul setelah pihak berwenang Malaysia mengatakan, sedang menyelidiki dua penumpang yang menggunakan paspor hasil curian.
Namun para pejabat dan ahli dengan cepat menunjukkan bahwa tidak ada bukti kecurangan. Sejauh ini masih ada penjelasan lain untuk penggunaan dokumen identitas palsu.

Dua penumpang membeli tiket mereka melalui China Southern Airlines, yang merupakan penerbangan dengan Malaysia Airlines berbagi kode. Mereka menggunakan dokumen milik warga negara Italia dan Austria yang dicuri di Thailand sekitar dua tahun lalu.

2. Ledakan di Pesawat Beberapa pilot dan ahli penerbangan mengatakan ledakan di kapal bisa menjadi kemungkinan penyebab hilangnya pesawat. Ledakan, sambaran petir atau dekompresi yang parah dapat berakibat fatal, kata seorang mantan pilot Malaysia Airlines yang menolak disebutkan namanya seperti dikutip dari thestar.com.my, Senin (10/3/2014).
Boeing 777 masih bisa terbang setelah tersambar petir atau dekompresi yang parah. Tapi jika terjadi ledakan, tidak ada kesempatan. Ini sudah berakhir.

Dugaan lain yang ekstrem, pesawat tiba-tiba kehilangan tekanan di kabin yang bisa menyebabkan ledakan dekompresi dan membuat pesawat hancur. Dekompresi tersebut dapat disebabkan oleh korosi atau ‘kelelahan logam’ di badan pesawat.

3. Kesalahan Mekanis Teori ini muncul pada hari Minggu (9/3/2014) setelah radar mendeteksi bahwa pesawat telah melakukan upaya berputar balik arah sebelum komunikasi dengan radar terputus. Hal itu lalu memicu spekulasi bahwa penyebab kapal berbalik arah karena adanya kesalahan mekanis .
Para ahli mengatakan jika pesawat yang terbang lalu tiba-tiba memutuskan untuk memutar balik berarti pesawat harus kembali ke bandara asal sebagai akibat dari kerusakan atau dicurigai adanya kerusakan barang apapun pada pesawat. Tapi mereka mencatat bahwa pilot akan membuat panggilan darurat atau sinyal jika berbalik arah kembali .

Laporan pada hari Minggu mengatakan, bahwa pesawat Malaysia Airlines mengalami patah di ujung sayap ketika pernah terlibat dalam tabrakan kecil dengan pesawat lain pada tahun 2012. Tapi maskapai ini mengatakan bagian yang rusak dari ujung sayap, kira-kira satu meter itu telah diperbaiki oleh Boeing.

4. Jatuh Mendadak Para pengamat menemukan beberapa persamaan antara hilangnya MH370 dan Air France 447 yang jatuh di Samudera Atlantik saat menuju Paris dari Rio de Janeiro pada tahun 2009 lalu. Jatuhnya Air France 447 tersebut menewaskan 228 penumpang dan awak kapal.
Awalnya, kecelakaan Air France 447 tersebut diakibatkan badai petir. Namun, hasil investigasi menunjukkan sensor kecepatan yang berada di luar pesawat beku dan menyebabkan autopilot tak bisa bekerja sebagaimana mestinya.

5. Kesalahan Pilot Para ahli penerbangan berpendapat penyebab kecelakaan pesawat terbang bisa saja disebabkan faktor sang pilot. Para pakar biasa menyebutnya dengan disorientasi pilot.
Menurut mereka, pilot bisa saja menonaktifkan autopilot untuk mengambil kendali penuh pesawat, tapi hal tersebut tak dilakukannya. Apalagi pilot pada penerbangan tersebut sudah sangat berpengalaman.

Tapi dari semua teori diatas, tetap tak menjelaskan kenapa pilot atau krew di kokpit tidak melaporkan apapun ke ATC di darat. Pesawat seakan lenyap entah kemana tanpa jejak puing atau sejenisnya, yang ada hanyalah bahan bakar yang mengapung di atas laut. Itupun belum tentu sebaran bahan bakar dari pesawat yang hilang tersebut.

Mungkinkah Pesawat Di Bom? Ada teori baru dari semua teori yang telah dikemukakan diatas. Yaitu teori bahwa pesawat di bom. Timbul pertanyaan, mengapa hal itu bisa terjadi?
Teori ini timbul ke permukaan karena di dalam penerbangan itu ternyata terdapat karyawan Freescale Semiconductor.

“Para karyawan yang berada di penerbangan Malaysia Airlines yang mungkin telah jatuh, ternyata telah melakukan pekerjaan super-canggih sebagai pembuat chip di AS”, juru bicara perusahaan mengatakan pada hari Minggu (9/3/2014).
“Ada 20 karyawan Freescale diantara 239 orang di penerbangan MH370, sebagian besar adalah para insinyur dan para ahli lainnya yang bekerja untuk membuat fasilitas chip canggih yang lebih efisien di perusahaan di Tianjin, China dan Kuala Lumpur”, kata Mitch Haws, Vice President dari Global Communications and Investor Relations.

“Mereka itu adalah orang dengan banyak pengalaman dan latar belakang teknis, dan mereka adalah orang-orang yang sangat penting,” kata Haws. “Ini jelas merupakan suatu kerugian bagi perusahaan.”

Karyawan yang berada di pesawat, dari 12 orang 8 diantaranya dari China yang berasal dari berbagai disiplin ilmu dan mereka adalah bagian dari misi besar yang diprakarsai oleh Chief Executive Officer, Gregg Lowe, untuk membuat Freescale lebih efisien dan biaya yang efektif, kata Haws.

Untuk masa kini, insinyur yang sangat berkualitas sulit didapat bagi produsen chip dan perusahaan teknologi lainnya, dan kini perusahaan kehilangan mereka dan akan membawa dampak besar pada bisnis , terlepas dari senioritas mereka.

Share this:

Add your comment
Hide comment

Disqus Comments