Keindahan Fenomena Mimikri Pada Hewan

Keindahan Fenomena Mimikri Pada Hewan

Mimicry atau Mimikri adalah pemiripan atau peniruan secara fisik atau perilaku oleh satu spesies terhadap spesies yang lain yang menguntungkan dirinya, atau secara tidak langsung juga keduanya. Organisme yang “meniru” disebut mimik, sedangkan organisme yang “ditiru” disebut model. Di alam ini, cukup banyak jenis organisme, baik tumbuhan maupun hewan yang melakukan mimikri untuk tujuan pertahanan.

Berikut adalah delapan pasang binatang, mimik dan modelnya, yang terlihat hanya sama ...
Ular Karang dan Ular Susu

Ular karang atau Coral Snake (seperti yang ada di sebelah kiri foto) tidak agresif tetapi memiliki racun yang sangat kuat. Ular susu atau Milk Snake, tidak berbahaya tetapi mendapat manfaat dari pewarnaan yang mirip dengan sepupu berbahaya mereka. Fenomena spesies yang tidak berbahaya meniru untuk terlihat seperti spesies yang lebih berbahaya, disebut fenomena fenomena ini disebut mimikri Batesian, diambil dari nama naturalis Inggris abad ke 19, HW Bates.
Viceroy dan Monarch


Jenis lain dari mimikri adalah mimikri Müllerian, teori yang diterima secara luas pada tahun 1878 ini diajukan oleh naturalis Jerman Fritz Müller. Fenomena ini terjadi ketika kedua spesies sama-sama mendapat manfaat dengan terlihat sama karena keduanya sama-sama tidak menyenangkan bagi predator mereka, seperti dalam kasus kupu-kupu viceroy (kiri) dan kupu-kupu raja atau monarch (kanan). Biasanya spesies berbagi setidaknya satu predator umum.
Ulat Swallowtail dan Ular

Ketika Anda memiliki predator umum, seperti burung, ada baiknya untuk menjadi (atau terlihat seperti) ular! Larva Spicebush Swallowtail yang luarbiasa ini (kiri) meniru pola dan perilaku ular hijau umum (kanan); ulat pintar ini akan menaikkan bagian depan tubuh mereka yang terlihat seperti ular saat menyerang, dan mereka bahkan tetap mengeluarkan organ yang terlihat seperti lidah ular!
Lebah Madu dan Lalat Drone

Lalat Drone (gambar bawah) menipu banyak orang dengan penampilannya yang mirip lebah madu yang memiliki sengat, terutama bila dilihat dari kejauhan saat mereka berkeliaran di dekat bunga. Berasal dari Eropa, spesies ini sekarang juga telah berkembang di Amerika Utara. Fitur lalat drone yang membedakannya dengan Lebah Madu: satu set sayap, sedangkan lebah madu hanya memiliki dua sayap; antena yang pendek; mata besar dan kaki kurus. Ini adalah contoh lain dari mimikri Batesian, lalat drone yang tidak berbahaya mendapat manfaat dengan meniru penampilan lebah madu yang memiliki sengat.
Kadal Kaca dan Ular

Kedua reptil merayap ini tampak sangat mirip, tapi salah satu dari "ular" ini tidak seperti yang lain! Kadal kaca (gambar atas) juga dikenal sebagai "ular kaca", tetapi mereka sebenarnya adalah kadal yang tak berkaki. Mereka tampak seperti Kingsnake Florida yang terlihat pada gambar bawah. Meskipun mereka harus meluncur dengan perut mereka, penipu ini memiliki kelopak mata dan lubang telinga sama seperti kadal lainnya.
Flatworms dan Sea Slugs

Cacing pipih atau flatworm (kiri) sering meniru siput laut atau sea slug (kanan), meskipun ini adalah dua spesies yang sangat berbeda. Cacing pipih tak memiliki rongga tubuh, organ pernapasan dan sistem peredaran darah. - mereka hanya hewan datar dengan lubang-lubang untuk makanan masuk dan keluar. "Siput laut" adalah istilah yang menggambarkan banyak jenis hewan laut termasuk nudibranch. Nudibranch adalah moluska warna-warni yang dapat mengeluarkan racun sebagai mekanisme pertahanan, sehingga mudah untuk diketahui, mengapa cacing pipih berevolusi untuk terlihat seperti mereka.
Laba-Laba Loncat dan Semut


Dapatkah anda mengetahui mana yang laba-laba dan mana yang seekor semut dari gambar diatas? Beberapa spesies laba-laba pelompat bisa meniru semut dengan hampir identik - dan kadang-kadang bahkan menggunakan sepasang kaki ekstra mereka sebagai "antena". Dalam foto ini, laba-laba sebenarnya di kanan bawah. Sementara beberapa laba-laba terlihat seperti semut sebagai bentuk mimikri agresif (untuk menipu mangsa mereka dengan membuat mangsa berpikir bahwa mereka aman), namun mimikri laba-laba pelompat ini adalah mimikri Batesian. Semut crematogaster, seperti banyak semut , adalah master membela diri dalam kelompok. Nah, laba-laba pelompat yang kecil ini mengambil keuntungan dari kemiripannya dengan semut agar terhindar dari predator yang biasanya adalah laba-laba yang lebih besar.
Elang Zone-tailed dan Burung Bangkai

Elang zone-tailed memiliki warna bulu yang serupa dan bahkan gaya penerbangan yang mirip dengan burung hering kalkun (burung nazar) atau turkey vulture. Ini mungkin bentuk mimikri agresif , karena - dari jauh - elang pemangsa menyerupai hering kalkun yang tidak berbahaya. Elang ini bahkan pernah terlihat bersama dengan kawanan burung hering.

Share this:

Add your comment
Hide comment

Disqus Comments