Sejarah Awal Televisi

Sejarah Awal Televisi

Dalam artikel catatan sejarah perkembangan teknologi kali ini akan mengulas mengenai salah satu media informasi, hiburan, dan telah menjadi bagian kehidupan masyarakat modern, yakni pesawat televisi.

Sejarah Perkembangan Televisi

Televisi atau biasa disebut juga dengan nama TV, sudah bukan lagi merupakan barang mewah bagi sebagian besar penduduk di negara-negara maju. Hampir seluruh rumah memiliki benda yang satu ini. Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monochrome (Hitam-Putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata "tele" yang berarti jauh dalam bahasa Yunani dan "visio" yang berarti penglihatan dalami bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai suatu alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual.

Beragam stasiun TV dengan aneka program siarannya yang disajikan dengan kualitas gambar dan tata suara yang apik, menjadikan televisi sebagai sumber berbagai informasi, berita, dan juga hiburan yang dibutuhkan kebanyakan orang.


<img src="falkirk_1926.png" alt="falkirk_1926">

<img src="rca_1939.png" alt="rca_1939">


<img src="rca_1958.png" alt="rca_1958">

Penemuan Pendukung Lahirnya Televisi

Awal dari sejarah ditemukannya televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan yang mendasarinya, yaitu hukum Gelombang Elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik. Pada tahun 1873 seorang operator telegram asal Valentia, Irlandia yang bernama Joseph May menemukan bahwa cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium. Ia menyadari itu bisa digunakan untuk mengubah cahaya ke dalam arus listrik dengan menggunakan selenium photocell. Joseph May bersama dengan Willoughby Smith yang merupakan seorang teknisi dari Telegraph Construction Maintenance Company, melakukan beberapa percobaan yang selanjutnya dilaporkan pada Journal of The Society of Telegraph Engineers. Hal ini merupakan awal mula dari sejarah teknologi perekaman gambar.

<img src="tv_led.png" alt="tv_led">


Kemudian seorang mahasiswa yang bernama Paul Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 menemukan piringan metal kecil berputar dengan lubang-lubang didalamnya dan disebut sebagai cikal bakal dari lahirnya televisi. Pada tahun 1920 John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya menciptakan televisi mekanik.

Vladimir Kozma Zworykin Penemu Televisi Elektronik

Pada tahun 1923 Vladimir Kozma Zworykin, mendaftarkan paten atas namanya untuk penemuannya, kinescope, televisi tabung pertama di dunia. Keterbukaan Zworykin pada kritik, membuatnya menemukan penemuan baru lagi yaitu sebuah kamera tabung yang kemudian dia beri nama iconoscope. Berkat usahanya tersebut, Vladimir Kozma Zworykin kemudian tercatat dalam sejarah sebagai Sang Penemu Televisi Elektronik.
TV RCA, Tipe TT5 1939, RCA dan Zworykin siap untuk program reguler televisi, dan mereka mendemonstrasikan secara besar-besaran pada ajang World Fair yang diselenggarakan di New York. Antusias masyarakat yang begitu besar terhadap sistem elektronik ini, menyebabkan The National Television Standards Committee (NTSC), 1941, memutuskan sudah saatnya untuk membuat standard sistem transmisi siaran televisi di Amerika Serikat. Lima bulan kemudian, seluruh stasiun televisi Amerika Serikat yang berjumlah 22 buah itu, sudah melakukan konversi sistemnya tersebut ke dalam standard elektronik baru.

Bila dirunut secara rinci maka perkembangan sejarah televisi dari dulu hingga era modern dapat dijabarkan dalam periode tahun perkembangannya, yakni sebagai berikut.
  • Pada tahun 1876, George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar cathode.
  • Pada tahun 1884, Paul Nipkow, ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.
  • Pada tahun 1888, Freidrich Reinitzeer, ahli botani asal Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.
  • Pada tahun 1897, tabung sinar cathode (Cathode Ray Tube) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dasar televisi layar tabung.
  • Pada tahun 1900, istilah televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Russia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.
  • Pada tahun 1907, Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.
  • Pada tahun 1927, Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.
  • Pada tahun 1929, Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung cathode yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.
  • Pada tahun 1940, Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.
  • Pada tahun 1958, sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.
  • Pada tahun 1964, prototype sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.
  • Pada tahun 1967, James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.
  • Pada tahun 1968, penampil LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.
  • Pada tahun 1975, Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.
  • Pada tahun 1979, para ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.
  • Pada tahun 1981, stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1125 garis.
  • Pada tahun 1987, Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.
  • Pada tahun 1995, setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian mengadakan penelitian dengan investasi senilai 26 juta dollar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.

Perkembangan Televisi Modern

Seiring dengan berjalannya waktu serta perkembangan teknologi, televisi dari waktu ke waktu mulai banyak perbaikan dan penambahan dari sisi teknologinya. Untuk waktu ke depan televisi perlahan mulai meninggalkan teknologi analog dan menuju ke era yang disebut televisi digital dengan kemampuan dan kualitas yang lebih baik dari generasi sebelumnya yang lazim disebut dengan teknologi Internet Protocol Television.

Share this:

Add your comment
Hide comment

Disqus Comments