5 Senjata NATO yang Patut Ditakuti Rusia

5 Senjata NATO yang Patut Ditakuti Rusia

Seandainya terjadi perang antara NATO dan Rusia, karena konflik di Ukraina atau konflik lainnya, perhatian semua orang akan fokus untuk membandingkan kekuatan tempur AS dibandingkan Rusia. Tapi tunggu dulu, Amerika memang anggota NATO tapi Amerika tidak berada di benua Eropa. Diluar keikutsertaan Amerika dalam perang NATO-Rusia, dibawah ini adalah 5 senjata NATO yang patut dikhawatirkan Rusia, yang diungkapkan oleh laman National Interest:

Tank Chalenger 2
Tank Chalenger 2. Gambar: Cpl Kellie Williams, RLC/MOD/Wiki

Tank Challenger 2 Inggris

Menjadi tulang punggung kekuatan tank Inggris, Challenger 2 akan berada di garis depan ketika terjadi konflik NATO dengan Rusia.

Bodi Tank Challenger 2 terlindungi dengan Dorchester (sebutan lain untuk lapis baja komposit Chobham), dan dipersenjatai dengan meriam 120 mm. Tank ini memiliki kecepatan off-road sekitar 40,2 km per jam.

Mengingat tank-tank modern saat ini belum pernah berhadapan langsung di medan tempur, namun analis menilai Challenger 2 merupakan tank terbaik untuk menghadapi tank-tank Rusia. Dengan bobot di kisaran 63 ton, Challenger 2 masih lebih berbobot dibandingkan tank T-72 Rusia yang 40-50 ton, termasuk T-72B3 dan T-90.

Bobot yang unggul memang belum menunjukan Challenger 2 unggul atas tank Rusia dalam hal kinerja tempur. Tapi yang jelas ketika sudah saatnya berhadapan, tank Rusia berarti akan menghadapi tank tempur utama yang memiliki lapis baja dan persenjataan yang canggih.

Tapi seperti biasa, musuh terbesar militer Inggris adalah dari dalam negeri. Pada tahun 2010 lalu, kebijakan pemotongan anggaran pertahanan telah memaksa Inggris memangkas 40% armada tanknya, menempatkan Inggris kini hanya memiliki 227 tank Challenger 2. Rencana Inggris untuk mengupgrade dan memperpanjang usia pakai Challenger 2, termasuk mengganti meriamnya dengan smoothbore, kini menguap di udara. Rusia mungkin akan berhadapan dengan tank-tank mematikan Inggris ini, tapi tentunya dengan jumlah yang tidak besar.

Kapal selam Tipe 212 Jerman
Kapal selam Tipe 212 Jerman. Gambar: Radiculus/Wiki

Kapal selam Tipe 212 Jerman

Jika terjadi perang antara NATO dan Rusia, Angkatan Laut Rusia akan berhadapan dengan kapal selam ultra-quiet Tipe 212 Jerman. Tipe 212 juga dimiliki oleh Angkatan Laut Italia dengan nama Todaro.

Tipe 212 yang berbobot benaman 1.830 ton (saat menyelam), dilengkapi dengan sistem air-independent propulsion (AIP) yang memungkinkannya untuk tetap menyelam dalam waktu yang lama. Sementara kapal selam U-Boat Jerman saat Perang Dunia II berjalan lambat ketika menyelam, Tipe 212 bisa berjalan dengan kecepatan 37 km per jam.

Tipe 212 dipersenjatai dengan torpedo DM2A4 wire-guided, serta torpedo Blackshark dan WASS A184 Mod.3. Tipe 212 juga direncanakan akan dilengkapi dengan rudal IDAS (pengembangan dari rudal IRIS-T), yang ditembakkan dari tabung torpedonya untuk memukul target di udara, darat dan laut. Kapal selam Tipe 212 akan menjadi salah satu senjata NATO yang harus diperhitungkan Rusia.

Eurofighter Typhoon
Eurofighter Typhoon. Gambar: Ronnie Macdonald/Wiki

Eurofighter Typhoon

Berbicara tentang perbandingan kekuatan tempur udara NATO dan Rusia pasti akan mengarah ke pernyataan "F-22 akan berhadapan dengan Su-35." Namun, karena hanya AS yang menggunakan F-22, pilot Rusia tampaknya lebih mungkin akan berhadapan dengan jet tempur Typhoon, bukan Raptor.

Typhoon saat ini digunakan oleh Angkatan Udara Inggris, Jerman, Italia dan Spanyol. Inggris dan Jerman merupakan anggota NATO yang lebih mungkin menghadapi Rusia di Eropa Timur. Meskipun bukan jet tempur siluman seperti Raptor, namun Typhoon dinilai lebih "dogfighter" ketimbang F-22.

Bersenjatakan kanon 27 mm dan berbagai rudal, seperti Sidewinder, AMRAAM dan Meteor untuk pertempuran udara-ke-udara, dan rudal Taurus dan Storm Shadow untuk target di darat, Typhoon menjadi lawan yang harus dikhawatirkan Rusia. Mengingat Su-35 Rusia adalah jet tempur "super manuver," pertempurannya dengan Typhoon akan menarik.

Eurocopter Tiger
Eurocopter Tiger. Gambar: Arnaud Lambert/Wiki

Eurocopter Tiger

Kecil, dan bobotnya hanya sekitar 60% dari helikopter AH-64 Apache AS, Eurocopter Tiger adalah hasil pengembangan bersama Perancis-Jerman yang mulai dioperasikan pada tahun 1991. Helikopter serang ini digunakan oleh Perancis, Jerman, Italia dan Australia.

Dengan kecepatan sekitar 290 km per jam, berbagai versi helikopter Tiger dipersenjatai dengan rudal anti tank Hellfire, Spike, PARS 3 and HOT 3, rudal udara ke udara Mistral dan roket Hydra 70 dan SNEB untuk serangan ke darat.

Tiger telah terjun dalam beberapa pertempuran terbatas selama operasi Perancis dan Jerman di Afghanistan dan Libya. Ketika perang NATO dan Rusia terjadi, Tiger patut dikhawatirkan armada tank Rusia.

Rudal Spike Israel

Mengapa rudal Israel ini masuk dalam kategori senjata NATO yang mematikan? Tidak lain karena rudal Spike digunakan oleh banyak anggota NATO, seperti Belgia, Inggris, Kroasia, Jerman, Italia, Belanda, Polandia, Portugal, Slovenia, dan Spanyol.

Spike yang bisa diluncurkan dari helikopter dan man portable ini adalah rudal anti tank fiber-optic wire-guided berhulu ledak tandem dengan dua shaped charges, yang pertama akan meledakkan lapis baja reaktif pada tank, dan kemudian menembus baju besi tank. Tersedia dalam berbagai versi, jarak pendek, menengah dan jarak jauh. Spike dapat menghantam target pada jarak 800 m hingga 8 km.

Share this:

Add your comment
Hide comment

Disqus Comments