5 Film Thailand Komedi Romantis Mario Maurer

5 Film Thailand Komedi Romantis Mario Maurer

Bagi anda penggemar film Thailand, nama Mario Maurer pasti sudah tidak asing lagi bagi kalian. Nama Mario Maurer mulai dikenal ketika membintangi film 'Crazy Littler Thing Called Love'. Selain ganteng, cowok blesteran Jermain ini juga jago berakting, itu dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang ia raih. Mario Maurer lahir di Bangkok, Thailand, 4 Desember 1988 silam.

Munsypedia akan membagikan informasi menarik tentang Film-film Thailand Komedi Romantis Mario Maurer. Namun di post Kali ini, Munsypedia hanya menyajikan Film yang diperankan oleh Mario Maurer yang bergenre Komedi Romantis saja. Untuk daftar seluruh film Mario Maurer, di sini : Daftar Film Thailand Mariomaurer

Langsung saja yukk simak 5 Film Thailand Komedi Romantis Mario Maurer:

1. 4 Romance (2008)



Ini adalah melodrama, komedi, aksi, misteri psikologis waktu-pergeseran dan fantasi kartun disatukan dalam satu film. Film ini dibagi menjadi empat segmen pendek berjudul MIMPI, MANIS, MALU, kiss (Fan Waan Aai Joop).

Segmen pertama berjudul Kiss (Joop). Ini adalah kisah tentang seorang pria bernama 'Lothario' yang mencuri ciuman dari pacar temannya. Sekarang matanya ditetapkan pada Gaga, pacar temannya Beaver, Beaver menghadapkan Lothario di 'tinju gym dan di sana mereka bertengkar tinju dan Beaver memastikan bahwa orang itu tidak akan mampu untuk mencium pacarnya. Beaver menang dan ciuman Gaga.

Berikutnya adalah SHY (Aai), di mana Tong, seorang gadis kaya dari kota, pergi ke sebuah pulau tropis terpencil mencari tempat untuk membangun spa dan resor nya. Setelah beberapa argumen dengan tukang perahu dia meninggalkan terdampar di pulau. Ada yang menunggu pemandu wisata, dia terkejut menemukan bahwa pemandu wisata adalah mantan pacarnya Durian, yang meninggalkannya tanpa kata-kata. Telah mengungkapkan bahwa Durian meninggalkan Tong karena ia merasa malu dan malu tentang latar belakang pendidikan yang sederhana untuk Tong profil Hi-kelas. Pada malam hari mereka minum dengan teman Durian dan ada Tong mabuk dan mengungkapkan perasaannya terhadap Durian. Setelah malam itu, Tong telah diambil di pulau oleh salah satu stafnya dan meninggalkan Durian. Kemudian Durian memperhatikan bahwa Tong telah melupakan Pad sketsa dan di sana ia melihat sketsa dari mereka berdua. cuaca tidak baik. Durian meminjam perahu temannya dan mengikuti Tong. Ia melihat Tong dan di sana mereka memeluk satu sama lain dengan tetes air mata jatuh dari wajah Tong.

Segmen ketiga adalah MANIS (Waan), cerita tentang pasangan setengah baya, Shane dan Waan. Shane, seorang arsitek yang bekerja keras, hendak pergi perjalanan bisnis yang istrinya, tidak ingin dia untuk hadir. Dia mengatakan kepada Shane dia lebih baik tidak datang kembali jika dia masih pergi ke perjalanan bisnis, namun Shane masih pergi, meninggalkan Waan saja. Secara bertahap menjadi jelas bahwa semua tidak baik dengan Waan. Ketika Shane pulang ke rumah, ia menemukan Waan tidak sama lagi. Cerita menunjukkan cerita dari masa remaja mereka yang membuat Waan begitu marah.

Segmen terakhir adalah IMPIAN (Fan). Cerita ini melibatkan seorang gadis kecil, Ton Kheaw, yang begitu terobsesi dengan boy-band Agustus, dia menjadi hilang dalam dunia mimpi jelas, di mana ia mengambil bagian dalam petualangan magis dengan band. Agustus untuk memimpin dengan Pichy telah membuat kesepakatan dengan Iblis Black Cat. Seperti Robert Johnson di Persimpangan, mereka menjual jiwa mereka. Dalam bentuk manusia, kucing hitam bernama "Mr. Bird". Agustus ingin keluar dari kesepakatan dan satu-satunya kunci untuk bertahan adalah di Tong Khaew. Para anggota band berubah menjadi makhluk binatang kartun, dan Tong Khaew menjadi gadis kecil anime terbelalak. Mereka mencoba untuk melarikan diri dari kucing hitam dan mengalahkan itu. Mereka kembali menjadi manusia

2. First Love (A Little Thing Called Love) (2010)



Gadis biasa berusia 14 tahun bernama Nam, Nam merupakan sosok yang tidak menarik, dalam istilah sederhana bisa dikatakan "Jelek". Tapi dia diam-diam jatuh cinta dengan seorang pria, kakak kelasnya sendiri yang berada di 10 bernama Chon. Chon adalah siswa paling populer di Sekolah itu, dia sosok yang tinggi, seksi, sempurna dan murah hati, itulah yang membuat gadis-gadis terhigila-gila padanya, termasuk Nam. Tapi Nam tidak menyerah dengan mudah, dia mencoba untuk melakukan segala hal untuk dapat mendapatkan perhatian dari orang yang dicintainya, dengan harapan dia berbalik untuk melihat hanya satu kali lagi.

3. Suddenly It's Magic (2012)



Marcus Hanson (Mario Maurer) superstar Thai, Memutuskan untuk terbang ke Filipina untuk melarikan diri dari karirnya, ia bertemu Joey Hermosa (Erich Gonzales) walaupun dunia mereka bertabrakan, dua orang tersebut kemudian jatuh cinta dengan satu sama lain. Tapi hubungan mereka diuji oleh konflik dari dunia perbedaan.

4. Pee Mak (2013)



Dalam Kerajaan Rattanakosin, Mak (Mario Maurer) meninggalkan istrinya yang sedang hamil Nak (Davika Hoorne) untuk bergabung perang dan menemani empat tentara yang menjadi teman terbaiknya. Selama ini, istrinya Nak berjuang untuk melahirkan bayi mereka.

Ketika perang berakhir, Mak mengundang teman-temannya untuk mengunjungi Phra Khanong dan bertemu istrinya yang cantik Nak. Sementara itu, rumor terbang di sekitar kota yang Nak adalah hantu. empat teman dan warga desa mencoba untuk memberitahu Mak bahwa istrinya sudah meninggal.

Tambahan aja, gak romantis sih, tapi komedi asyik gitu.

5. Saranae Siblor (2010)



Review dikit tentang Film Saranae Silbor (hakiki21.blogspot.co.id).
Hayo... siapa yang gak kenal dengan Mario Maurer ?, salah satu aktor thailand yang akhir-akhir ini melejit karirnya sejak dia berakting sebagai Shone di A Little Thing Called Love . gue pribadi semakin suka dan cinta dengan film karya sineas negari gajah tersebut. Sudah banyak film thailand lainnya yang sudah gue tonton, dan kebanyakan semuanya memuaskan baik dari segi akting, editing, maupun cerita.

Dari rasa suka itulah yang bikin gue terus memburu film-film thailand yang belum gue tonton. Dan kali ini satu judul film dengan genre comedy nyeleneh yang berjudul Saranae Siblor. Kenapa gue sebut ini komedi yang nyeleneh, karena apa yang sebenarnya dihadirkan dalam film ini 100% genre-nya bikin gue bingung. Dibilang film komedi bisa, drama bisa, horror juga bisa, hebatnya lagi disebut film action juga bisa. Sumpah canggung banget, bikin gue bingung.

Tapi satu hal yang pasti, dengan durasi sekitar 100 menit overall film ini sungguh bikin perut mules. Komedinya luar biasa alay, overexposed, maksa, kacau, kocak, konyol, pokok-nya saking lebay-nya dan tidak masuk akal nih film, tetep aja menghibur.

Akting Mario sebagai pelakon utama juga tampil dengan baik, mampu memposisikan dirinya disegala area. Mau horror monggo, drama oke, sampai ala rempong-pun juga mantep.

Lebih dari satu poin negatif yang film ini miliki, disatu sisi cerita yang sedikit agak ngawur, gak tahu tujuannya mau dibawa kemana, komdinya mau sampai mana, semuanya berjalan apa adanya yang penting satu,, komedi-nya dapet. Disisi lainnya ada beberapa adegan yang tampaknya sangat tidak masuk akal. Seperti kepala bercucuran darah masih tetep ketawa-ketawa, punggung yang kena tancap golok masih tetep hidup tuh orang, dan masih banyak adegan yang tidak masuk akal dalam film ini.

Namun kekurangan itu tidak jadi masalah bagi gue, karena semuanya ditutupi dengan banyaknya twist-twist gila disetiap scene-nya. Serius selalu bikin shocking, ada-ada saja lah ceritanya, eksekusinya juga luar biasa alay. Masa segala unsur mau dimasukin sampai-sampai transformers juga ada dalam film ini. aneh sangat....

Banyaknya perpindahan genre yang dihadirkan juga cukup menarik. Dari adegan drama yang mellow tiba-tiba berubah jadi horror yang mengerikan. Dari penjaga toko tiba-tiba berubah jadi hantu, bahkan komplotan zombie jalanan juga hadir dalam film ini. sumpah dah... komplit banget ini film.. gue yang ngakak gak selesai-selesai nih.. hihihihiiii....

Akhir kata dari gue, buat kalian yang suka dengan film thailand, kayaknya gak klop deh kalo belum menyaksikan nih film. Dijamin dah walau ceritanya sedikit agak ngawur “ngalor ngidul” (kata orang jawa), tapi sensasi komedinya masih terasa mantep kok.

Share this:

Add your comment
Hide comment

Disqus Comments