Memahami Terapi Gelombang Otak

Memahami Terapi Gelombang Otak

Teknologi terapi gelombang otak sudah lama dirasakan manfaatnya untuk meningkatkan potensi diri dan mengatasi berbagai masalah, namun sangat disayangkan teknologi ini masih terlihat begitu asing untuk kebanyakan masyarakan Indonesia dikarenakan minimnya informasi dan faktor kelangkaan produk tersebut di tanah air.

Namun sebenarnya masyarakat di Eropa dan Amerika sudah banyak yang mengenal aplikasi teknologi gelombang otak dan mereka gunakan untuk meningkatkan kemampuan dan menyelesaikan masalah mereka. Bahkan beberapa trainer dan guru-guru yang mengajarkan ilmu transformasi dan pengembangan diri seperti NLP, ESQ, Hypnotis juga memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung keberhasilan mereka, sebut saja Erbe Sentanu, Tung Desem Waringin, Rhonda Byrne, Antony Robbin, Maxwell Maltz, Tony Buzan, dan masih banyak lagi.

Memahami Terapi Gelombang Otak

Apa itu Gelombang Otak?

Otak Anda terdiri dari milyaran sel otak yang disebut neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut "gelombang otak" atau brainwave. Jadi yang disebut gelombang otak adalah "arus listrik" yang dikeluarkan oleh otak. Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka kita tahu bahwa otak tersebut sudah mati.

Gelombang otak bisa diukur dengan peralatan Electroencephalograph (EEG). Diketahui bahwa frekuensi gelombang otak yang dihasilkan oleh neuron bervariasi antara 0-30 Hz dan digolongkan menjadi gelombang delta, theta, alpha dan beta. Setiap gelombang punya karakteristik yang berbedabeda serta menandakan kondisi mental seseorang.

Ilustrasi gelombang listrik (brainwave) yang dikeluarkan oleh neuron otak.



Grafik gelombang otak dari Delta hingga Beta.



Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai karakteristik empat jenis gelombang otak yang umumnya muncul pada setiap orang.

Gelombang Beta: Waspada, Konsentrasi.

Kondisi gelombang otak Beta (13-30 Hz) menjaga pikiran kita tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak Anda akan mudah melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan menghasilkan solusi-solusi serta ide-ide baru. Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja, belajar untuk ujian, persiapan presentasi, atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.

Gelombang Alpha: Kreativitas, Relaksasi, Visualisasi

Gelombang otak Alpha (8-13 Hz) sangat kontras dibandingkan dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang kreativitas kita.

Gelombang Theta: Relaksasi mendalam, Meditasi, Peningkatan Memori

Lebih lambat dari Beta, kondisi gelombang otak Theta (4-8 Hz) muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi “senjakala” (twilight) dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.

Gelombang Delta: Penyembuhan, Tidur Sangat Nyenyak.

Kondisi Delta (0.5-4 Hz), saat gelombang otak semakin melambat, sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat dalam. Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi dengan pelepasan hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone), yang bermanfaat dalam penyembuhan. Kondisi Delta, jika dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar. Kondisi Delta juga sering dihubungkan dengan manusia-manusia yang memiliki perasaan kuat terhadap empati dan intuisi.

Pandangan keliru yang selama ini ada dalam benak banyak orang adalah otak hanya menghasilkan satu jenis gelombang pada suatu saat. Saat kita aktif berpikir kita berada pada gelombang beta. Kalau kita rileks kita berada di alfa. Kalau sedang melamun, kita di theta. Dan, kalau tidur lelap kita berada di delta. Pandangan itu salah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suatu saat, pada umumnya, otak kita menghasilkan empat jenis gelombang secara bersamaan, namun dengan kadar yang berbeda. Misalnya dalam kondisi tidur, otak kita lebih banyak memproduksi gelombang delta, tapi tetap memproduksi theta, alpha dan beta walaupun kadarnya sedikit.

Setiap orang punya pola gelombang otak yang unik dan selalu konsisten. Keunikan itu tampak pada komposisi jenis gelombang pada saat tertentu. Komposisi gelombang otak itu menentukan tingkat kesadaran seseorang. Meditasi adalah salah satu cara paling kuno untuk mengatur pola gelombang otak. Sedangkan bagi masyarakat modern yang sibuk, teknologi Brainwave Entrainment menjadi salah satu cara favorit untuk mengatur pola gelombang otak agar sesuai dengan kebutuhan.

Sebenarnya, selain 4 jenis gelombang yang kami sebutkan diatas (Delta, Theta, Alpha dan Beta) masih ada gelombang otak yang lebih tinggi yaitu Gamma dengan frekuensi 40-99 Hz, HyperGamma dengan frekuensi tepat 100 Hz dan gelombang Lambda dengan frekuensi tepat 200 Hz. Menurut Dr. Jeffrey. D. Thompson, dari Center for Acoustic Research, gelombang HyperGamma dan Lambda berhubungan dengan kemampuan supranatural, metafisika atau paranormal.

Sedangkan Gelombang Gamma terjadi ketika seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, terburu-buru karena dikejar deadline pekerjaan atau keadaan lain yang sangat menegangkan bagi orang tersebut.

Apa Itu Brainwave Entrainment?

Pola gelombang otak Anda menentukan keadaan mental Anda. Apakah Anda sedang bersemangat, berenergi, produktif, kreatif, bergembira atau sedang malas, sedih, stress, cemas, susah konsentrasi atau depresi, semua itu dipengaruhi oleh pola gelombang otak yang dikeluarkan oleh sel-sel saraf di otak Anda.

Gelombang otak menentukan keadaan pikiran Anda. Brainwave entrainment merupakan sebuah cara untuk mengatur pola gelombang otak Anda sesuai kebutuhan, agar anda mendapatkan kondisi pikiran sesuai yang Anda inginkan.

Dalam bahasa Inggris, Brainwave Entrainment dikenal juga dengan nama brainwave synchronization dan brainwave stimulation. Di Indonesia Brainwave Entrainment dikenal dengan nama Terapi Gelombang Otak, Stimulasi Gelombang Otak atau Sinkronisasi Gelombang Otak. Untuk tujuan penulisan artikel ini, kami menyebutnya Brainwave Entrainment karena istilah ini lebih universal.

Brainwave Entrainment bisa didefinisikan sebagai suatu usaha merangsang otak agar menghasilkan gelombang otak dengan pola/frekuensi tertentu sesuai kebutuhan. Cara perangsangannya bisa dengan gelombang suara atau kilatan cahaya. Dari dua cara tersebut, yang paling populer adalah perangsangan gelombang suara karena dinilai lebih efektif, lebih murah dan mudah digunakan.

Fenomena "entrainment" pertama kali ditemukan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Belanda bernama Christian Huygens. Dia punya sebuah ruangan yang berisi beberapa jam bandul (jam kuno yang ada bandul sebagai penggerak). Dia mengamati, waktu demi waktu gerakan bandul menjadi selaras antara satu jam dengan jam lainnya. Padahal pada awalnya gerakan bandul jam tersebut tidak selaras.

Christian Huygens mengulang percobaannya beberapa kali. Dia mulai dengan menggerakkan bandul jam secara berbeda-beda dan hasilnya selalu sama, yaitu: setelah beberapa saat semua bandul jam tersinkronisasi dengan sendirinya. Huygens kemudian menyebut keadaan ini dengan istilah "entrainment". Sedangkan untuk Brainwave Entrainment sendiri baru muncul sejak tahun 1839. Diawali sejak Heinrich Wilhelm Dove menemukan Binaural Beats.

Dalam dunia teknologi pikiran dikenal dengan "frequency following response" yang merupakan fenomena alami yang dimiliki otak manusia. Frequency Following Response adalah sebuah keadaan dimana otak cenderung menyesuaikan frekuensinya dengan frekuensi rangsangan suara atau cahaya yang diterima otak melalui telinga atau mata.

Brainwave Entrainment bisa terjadi dengan sengaja atau tanpa sengaja. Ketika Anda mengalami perubahan gelombang otak menyesuaikan apa yang Anda lihat atau Anda dengar, itu sudah termasuk Brainwave Entrainment. Anda pernah mengalami Brainwave Entrainment walaupun mungkin Anda tidak menyadarinya.

Kejadian sehari-hari yang mengandung unsur brainwave entrainment adalah:

1. Anda sedang duduk diam di dekat pantai sambil mendengar deburan ombak dan riak air yang rata-rata ada 10 suara setiap detik. Maka otak Anda akan merespon dengan memproduksi gelombang alpha dengan frekuensi sekitar 10 Hz sehingga Anda merasa rileks, santai dan damai.

2. Sambil beristirahat, Anda mendengarkan musik piano dengan 6 ketukan setiap detiknya, maka otak Anda akan memunculkan gelombang theta, yang mana hal ini akan membuat Anda sangat rileks dan otak Anda menjadi lebih kreatif.

3. Anda mengemudi di malam hari, melewati jalan yang lancar dan ada lampu penerangan di sepanjang jalan. Misalnya Anda melaju pada kecepatan tertentu yang mana Anda melewati 20 lampu setiap detiknya, maka otak Anda akan banyak memproduksi gelombang otak beta dengan frekuensi 20 Hz. Sehingga Anda tetap waspada ketika mengemudi. Seandainya Anda memperlambat kendaraan Anda sehingga Anda hanya melewati 7 lampu per detik, maka otak Anda akan memproduksi gelombang theta sehingga Anda bisa melamun ketika menyetir.

4. Di tempat yang terang, Anda membuka-tutup mata Anda dua kali per detik dan Anda lakukan ini selama kurang lebih 7 menit, Maka otak Anda akan menghasilkan gelombang otak delta dengan frekuensi 2 Hz. Dengan frekuensi serendah ini, Anda akan merasa kantuk.

Kejadian sehari-hari bisa mempengaruhi perubahan gelombang otak Anda. Lalu mengapa Anda butuh stimulasi gelombang otak berteknologi? Anda butuh teknologi karena teknologi memberikan hasil yang lebih akurat dan manfaatnya jangka panjang. Stimulasi alami tidak bisa menghasilkan pola gelombang otak yang kompleks untuk menghasilkan kondisi mental yang spesial, misalnya untuk tujuan mengatasi kecemasan atau mengurangi rasa sakit.

Ada tiga teknologi suara yang digunakan dalam brainwave entrainment, yaitu: binaural beats, monaural beats dan isochronic tones. Semuanya efektif dan sudah terbukti secara ilmiah, namun masing-masing punya cara kerja yang berbeda. Setiap teknologi suara juga punya kelebihan dan kelemahan tersendiri. Kami akan bahas satu per satu secara singkat.

Binaural Beats


Bentuk Gelombang Binaural Beats

Binaural Beats merupakan teknologi Brainwave Entrainment paling tua. Ditemukan oleh seorang peneliti Jerman, Heinrich Wilhelm Dove pada tahun 1839. Namun pada waktu itu tidak populer karena Heinrich Dove sulit membuktikan teorinya secara ilmiah. Pada saat itu alat pengukur gelombang otak belum ditemukan.

Baru 140 tahun kemudian, seorang pria bernama Gerald Oster menulis artikel "Auditory Beats in the Brain" yang kemudian memicu banyak penelitian ilmiah mengenai Binaural Beats. Teknologi binaural beats kemudian dikembangkan oleh seorang ahli fisika Thomas Campbell, Dennis Menerich dan Robert Monroe. Mereka menemukan banyak manfaat yang bisa diperoleh dari aplikasi binaural beats. Mulai dari relaksasi, meditasi sampai membantu proses penyembuhan penyakit fisik maupun psikologis.



Binaural beats merupakan brainwave entrainment yang paling populer karena usianya yang paling tua. Prinsip binaural beat adalah memberi stimulasi telinga kanan dan kiri dengan frekuensi yang berbeda sehingga otak membentuk frekuensi baru. Misalnya gelombang suara dengan frekuensi 510Hz diperdengarkan pada telinga kiri dan frekuensi 500Hz diperdengarkan pada telinga kanan, maka otak akan merespon dengan memunculkan frekuensi 10Hz.

Kelebihan binaural beat:

  • Jangkauan frekuensi yang bisa didapatkan lebih luas, mulai dari yang frekuensi terendah sampai frekuensi tertinggi.
  • Pilihan produk Brainwave Entrainment berbasis Binaural Beats lebih banyak karena teknologi ini sudah aja sejak puluhan tahun yang lalu.
  • Paling banyak diteliti dan dibuktikan efektivitasnya melalui riset ilmiah.
  • Bisa ditambahkan background noise atau musik pengiring tanpa mengurangi kualitas stimulasi otak.
  • Mampu menstimulasi otak kiri dan otak kanan sekaligus untuk mensinkronkan seluruh otak.

Kekurangan binaural beat:

  • Diperlukan kualitas rekaman yang cukup tinggi untuk hasil maksimal.
  • Harus menggunakan headphone stereo.
  • Dibutuhkan waktu lebih lama bagi otak untuk menghasilkan gelombang otak yang diharapkan. Tidak bisa menstimulasi salah satu bagian otak saja.

Monaural Beats


Bentuk Gelombang Monaural Beats

Sebagian orang tidak suka menggunakan headphone, maka muncullah teknologi Monaural Beats yang bisa dipakai untuk menstimulasi otak tanpa menggunakan headphone. Pada tahun 1973 seorang ilmuwan Amerika bernama Dr. Gerald Oster memperkenalkan Monaural Beats. Monaural beats bekerja dengan cara memancarkan suara dengan frekuensi yang sama pada 2 speaker yang diletakkan di sebelah kanan dan kiri telinga pendengar.

Kelebihan Monaural Beats:

  • Tidak membutuhkan headphones.
  • Bisa menggunakan speaker yang tidak stereo sekalipun.
  • Lebih cepat merangsang otak dibandingkan binaural beats.

Kekurangan Monaural Beats:

  • Tidak bisa menstimulasi otak untuk menghasilkan gelombang dibawah 4Hz
  • Tidak boleh diberi background noise atau musik pengiring.
  • Pilihan produk sangat sedikit karena tidak begitu diminati.

Isochronic Tones



Bentuk Gelombang Isochronic Tones

Pada tahun 1981, Arturo Manns mempublikasikan hasil penelitiannya tentang efektivitas Isochronic Tones untuk stimulasi gelombang otak. Kemudian teknologi ini dikembangkan lebih lanjut oleh David Siever. Isochronic Tones merupakan teknologi brainwave entrainment paling baru.

Dalam isochronic tones, hanya ada satu gelombang suara yang dipancarkan dengan cara memunculkan satu nada dan diberi jeda kondisi hening, kemudian muncul nada lagi, hening lagi, muncul nada lagi dan seterusnya. Nada-nada ini diatur sedemikian rupa sehingga membentuk pola yang sinkron dan mempercepat proses perangsangan otak.

Pola Gelombang Otak Sebelum dan Pola Gelombang Otak Sesudah



Dengan stimulasi Isochronic Tones berfrekuensi 10Hz selama 6 menit saja, maka otak memproduksi gelombang 10Hz dalam jumlah cukup banyak (ditandai dengan warna merah).

Kelebihan Isochronic Tones:

  • Bisa didengarkan dengan headphone atau tanpa headphone.
  • Paling cepat hasilnya dalam menstimulasi otak dibanding teknologi suara lainnya.
  • Bisa menstimulasi kedua belahan otak kanan dan kiri sekaligus,
  • Bisa juga hanya menstimulasi salah satu bagian otak saja untuk keperluan khusus.

Kekurangan Isochronic tones:

  • Bisa ditambahkan background noise atau musik pengiring, tapi kualitasnya berkurang
  • Tidak bisa menstimulasi otak untuk menghasilkan frekuensi dibawah 4Hz
  • Pilihan produknya sangat sedikit karena merupakan teknologi baru.

Dengan menggunakan salah satu teknologi suara di atas atau kombinasi diantara ketiga teknologi tersebut, kami membuat CD Terapi Musik yang bisa memprogram otak Anda untuk menghasilkan kondisi mental yang sesuai kebutuhan Anda.

Beberapa orang mengklaim suatu teknologi suara lebih baik daripada teknologi lain. Misalnya ada yang mengklaim bahwa Isochronic Tones lebih baik dibandingkan Binaural & Monaural Beats, atau sebaliknya ada yang mengklaim bahwa Binaural Beats adalah yang terbaik. Sesungguhnya klaim semacam ini tidak bisa dipertanggungjawabkan karena faktanya setiap teknologi suara punya kelebihan dan kelemahan tersendiri.

Dalam dunia Brainwave Entrainment, kita juga mengenal istilah Brainwave Pattern atau Pola Gelombang Otak. Pola gelombang otak adalah sebuah komposisi dari berbagai frekuensi gelombang otak yang terjadi pada otak seseorang. Pola gelombang otak menentukan kondisi mental seseorang. Ada pola gelombang otak untuk tidur, ada pola gelombang otak untuk mimpi, ada pola gelombang otak untuk semangat serta gembira, tapi ada juga pola gelombang otak penderita ADHD, depresi, OCD dan sebagainya.

MENGENAL PIKIRAN

Pikiran adalah pusat kesadaran yang memproses pemikiran, ide, persepsi, perasaan dan menyimpan pengetahuan serta memori. Sebagaimana otak yang terdiri beberapa bagian, pikiran juga terdiri dari empat level atau empat tingkat. Empat level pikiran itu adalah:

1. Pikiran Tidak Sadar (Unconscious Mind)

Pikiran Tidak Sadar adalah pikiran yang sudah ada sejak Anda dalam kandungan. Pikiran Tidak Sadar terhadap pada semua mahkluk hidup, termasuk tumbuhan, binatang dan manusia. Ini adalah pikiran yang berfungsi untuk mengatur proses kehidupan suatu makhluk hidup. Pikiran tidak sadar punya dua fungsi utama yaitu: Mempertahankan kehidupan dan melestarikan keturunan. Jika Anda mengenal orang yang terlalu takut mati, takut sakit, takut miskin atau tidak bisa mengendalikan nafsu seks-nya, maka itu artinya orang tersebut belum bisa menguasai pikiran tidak sadarnya.

2. Pikiran Bawah Sadar (Subconscious Mind)

Pikiran Bawah Sadar adalah pikiran yang terbentuk dari pengalaman hidup. Isinya adalah rekaman mengenai apa yang dirasakan, didengar dan dilihat seseorang mulai sejak dalam kandungan. Pikiran bawah sadar membentuk kepribadian, identitas diri, keyakinan, kebiasaan, sifat dan tingkah laku. Pikiran Bawah Sadar juga merupakan gudang memori sejak masa kecil hingga masa kini. Bahkan memori yang sudah terlupakan secara sadar, masih bisa dimunculkan lagi apabila seseorang bisa membuka pikiran bawah sadarnya. Jika Anda mengenal ada orang yang punya mental block, yakin bahwa dirinya tidak mampu, tidak bisa mengubah kebiasaan buruknya atau fanatik terhadap keyakinannya, itu artinya dia terbelenggu oleh pikiran bawah sadarnya sendiri.

3. Pikiran Sadar (Conscious Mind)

Pikiran sadar merupakan pusat dari logika, kehendak, kemampuan analisa, perencanaan dan menciptakan alasan. Inilah bagian yang membedakan manusia dengan hewan dan binatang. Ketika pikiran kehendak pikiran sadar seseorang selaras dengan kehendak bawah sadar, maka tidak akan terjadi masalah. Namun bila terjadi konflik antara pikiran sadar dan bawah sadar, maka berbagai persoalan bisa muncul. Bukan hanya soal kesehatan fisik yang terganggu karena konflik pikiran, kesehatan mental dan kesuksesan seseorang juga sangat dipengaruhi keselarasan pikiran sadar dan bawah sadar.

4. Pikiran Supersadar (Superconscious Mind)

Pikiran Supersadar merupakan pusat kebijaksanaan dan spiritualitas. Dalam pikiran supersadar hanya ada kedamaian, cinta, kebahagiaan dan kebijaksanaan dalam memandang segala sesuatu. Inilah level pikiran yang ingin dicapai para pencari spiritual dari berbagai agama. Banyak orang bermeditasi, beribadah, bertapa, melakukan Yoga, dzikir, thoriqoh dan semacamnya untuk mendapatkan "pencerahan" yang sebetulnya adalah tercapainya pikiran supersadar.

Cara kerja pikiran Anda sangat mirip dengan komputer. Anda bisa menginstall suatu program ke komputer. Dan jika Anda sudah tidak membutuhkan program itu lagi, Anda bisa menghapusnya. Selain bisa diinstall dan uninstall dengan sengaja, komputer juga bisa terkena program negatif yang kita kenal dengan nama “virus computer”, Mas Erbe Sentanu pun berkata demikian.

Ketika Anda masih bayi, pikiran Anda ibarat komputer baru yang belum dipasangi program apapun.
Kemudian Anda mulai mendengar, melihat dan merasakan segala sesuatu yang ada disekitar Anda. Saat itulah pikiran Anda mulai terprogram oleh segala kejadian yang Anda dengar, lihat atau rasakan.

Sengaja atau tidak, pikiran Anda telah diprogram oleh orang-orang di sekitar Anda, oleh lingkungan, oleh acara televisi yang Anda tonton, oleh informasi yang disampaikan orang lain, oleh buku yang Anda baca dan oleh media masa yang Anda percaya beritanya. Segala informasi yang masuk ke pikiran Anda dan semua pengalaman hidup yang pernah Anda lalui memprogram pikiran Anda sehingga Anda menjadi seperti sekarang ini. Sadarilah bahwa kebiasaan, kepribadian, perilaku, persepsi dan keyakinan yang Anda miliki sekarang ini adalah hasil pemrograman dari lingkungan Anda.

Masalahnya adalah tidak semua program yang kita terima dari lingkungan merupakan program yang baik. Dan kadang tanpa kita kehendaki kita pun mendapatkan pengalaman buruk sehingga menimbulkan “virus pikiran” yang selalu menggangu kita. Untuk itulah kita membutuhkan Quantum Mind Programming untuk menghilangkan "virus pikiran" yang terprogram di pikiran kita tanpa kita kehendaki.
Selain diprogram oleh lingkungan, pikiran Anda juga bisa terprogram oleh selftalk. Apa itu selftalk? Selftalk adalah kata-kata dalam hati yang sering Anda ucapkan pada diri Anda sendiri. Selftalk bisa positif maupun negatif. Contoh selftalk positif adalah ketika dalam batin Anda bicara "Saya adalah orang yang percaya diri dan pandai berkomunikasi" atau "Saya memang sedang susah sekarang, namun saya yakin semua akan berubah apabila saya mau berusaha".

Sedangkan contoh selftalk negatif adalah ketika Anda menggerutu dalam hati "Mengapa nasib saya selalu sial?", "Hidup memang perjuangan", "Bagaimana jika saya gagal?", "Saya memang pengecut dan bodoh" dan sebagainya. Jika seseorang sering punya selftalk negatif, maka hidupnya cenderung menjadi semakin susah karena pikirannya dipenuhi oleh program-program negatif yang menghambat kemajuan pribadi. Oleh karena itu, sekolah apalagi guru pendidik yang suka kasih cemooh kepada muridnya adalah sangat tidak mendidik.

Selftalk negatif juga punya kecenderungan untuk bertahan dan muncul secara otomatis apabila sudah terprogram di pikiran bawah sadar. Itulah mengapa banyak orang yang mencoba menghilangkan selftalk negatifnya (pikiran negatifnya) namun kesulitan. Untuk itu, Anda membutuhkan Quantum Mind Programming untuk mengatasi selftalk negatif yang sudah mengakar kuat di bawah sadar Anda.

Orang dewasa umumnya mampu menolak pengaruh dari sekitar. Namun ketika kita masih kecil, kita sama sekali tidak mampu menolak pengaruh dari sekitar kita. Dan pada masa anak-anak itulah biasanya suatu program negatif mulai tertanam di pikiran Anda. Jika sekarang Anda punya masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan atau perilaku, bisa jadi masalah itu merupakan efek dari program negatif yang tertanam sejak kecil dan program itu menjadi semaki kuat seiring bertambahnya usia Anda.

Sumber: TerapiMusik.Com

Share this:

You Might Also Like:

Add your comment
Hide comment

Disqus Comments